Tema
: Pengalaman mengajar yang unik dan seru
Suatu malam saya
mendengarkan tausiyah seorang ustad tentang fadhilah shalawat. Wah ini sungguh ilmu bagus. Ternyata dengan
shalawat insyaallah keadaan seseorang dapat dirubah. Kebetulan saya sangat
prihatin dengan keadaan anak-anak sekarang yang membuat miris hati. Mereka sering menyepelakan doa, tidak hormat
pada guru dan orang tua, acuh tak acuh ketika mendengar adzan berkumandang,
motivasi belajar rendah, mulai getol pacaran, PR sering tidak dikerjakan,
mayoritas waktunya dihabiskan di warnet.
Bahkan saat shalat pun bukannya segera ke mesjid berjamaah tapi malah
semakin asyik terpuruk di tempat game tersebut.
Berangkat
dari keprihatinan tersebut, rasanya berbagai cara sudah saya upayakan namun
belum membuahkan hasil yang maksimal.
Setelah saya mendengar ceramah shalawat maka saya bertekad untuk
menjadikan shalawat sebagai opening dan closing pengajaran mata pelajaran yang
saya ampu. Semoga ini dapat menjadi senjata pamungkas yang ampuh. Saya berharap keadaan para siswa bisa berubah
dengan konsistensi pembacaan shalawat 20 kali di awal pelajaran dan 20 kali di
akhir pelajaran. Semoga terjadi
keajaiban dari siswa yang ekonominya sulit menjadi makmur, dari yang
motivasinya rendah menjadi penuh semangat, dari yang senang pacaran menjadi
takut maksiat, dari yang menyepelekan adzan menjadi ahli shalat, dari yang
tidak hormat pada orang tua dan guru menjadi anak yang patuh dan taat.
Sebelum
menerapkan teknik shalawat tadi, saya memberi motivasi dulu supaya anak-anak
mengerti fadhilah dan bahagia membacanya nanti.
Motivasinya berupa cerita. Ada 3
cerita yang saya sampaikan. Pertama tentang seseorang yang hutangnya terlunasi
serta mendapatkan banyak harta secara tak disangka-sangka setelah semalaman
membaca shalawat. Kedua tentang seorang
pemuda yang mendapatkan pasangan hidup yang indah dari Allah melalui
shalawat. Ketiga tentang seorang satpam
yang mendapat percepatan kelipatan rezeki 10 kali lipat karena sedekah,
shalawat dan shalat tepat waktu saat Allah memanggil.
Setelah
dirasa cukup memberikan motivasi, saya terangkan teknik pembacaan
shalawatnya. Teknik ini saat itu pun
segera dipraktekkan. Saya minta
anak-anak merapikan dulu baju dan sikap duduknya karena akan memanggil yang
Mulia Rasulullah SAW. Saya yakin
malaikat pun pasti berkeliling mengerubungi kami saat kami memanggil-manggil
kekasih Allah ini. Tak sampai 6 menit
pembacaan shalawat selesai. Saya ajak
mereka mengungkapkan isi hati baik kegalauan dan keinginannya langsung pada
Allah dari lubuk hati terdalam setelah shalawat selesai dibacakan. Ajaib, saya melihat wajah anak-anak penuh haru
bahkan ada yang sampai meneteskan air mata.
Bahkan anak-anak super yang trouble maker pun hening dan terdiam seperti
tersihir. Alhamdulillah, melihat teknik
yang berhasil ini akhirnya benar-benar saya rutinkan closing dan opening dengan
shalawat dengan penuh kesyahduan. Kini tidak ada lagi anak yang terlihat brutal
di kelas, sepertinya mereka ingin belajar menjaga sikap demi meraih fadhilah
pancaran pembacaan shalawat yang tadi mereka ucapkan.
Selain cerita tentang
teknik shalawat, saya pun ingin berkisah tentang penerapan teknik lama tapi masih ajaib dampaknya saat
diterapkan yaitu teknik mind mapping.
Keseruan pengaruh teknik ini pada output memorizing membuat saya
terheran-heran sendiri. Hanya dalam
waktu beberapa menit saja, anak-anak dapat mengingat dengan cepat. Dengan membuat catatan materi menjadi bentuk
mind mapping kemudian memelototinya beberapa saat, mereka dapat
mengingatnya. Bahkan ketika diuji, mind
mapping dihapus dari papan tulis, papan tulis pun kosong tanpa kata, tapi apa
yang terjadi? Anak-anak dapat membaca semua kata dan kalimat dari papan tulis
kosong tersebut dengan uraian yang benar.
Hanya
bermodalkan lingkaran di pusat kertas dengan posisi center kemudian berikan
sayap kanan beserta akar-akarnya kemudian lanjutkan dengan sayap kiri disusul
oleh akar-akar sayapnya, maka jadilah mind mappingnya. Anak-anak kemudian belajar memahami materi
sayap kanan terlebih dahulu dan abaikan sayap kiri. Setelah terkuasai sayap kanan, segera beralih
ke materi sayap kiri. Kemudian
krental-krentil akar sayap sebagai detail point sub materi dicoba ditelaah dan
dimasukkan ke otak. Hasil keseleluruhan
sungguh keren. Hebat sekali, pada akhir
pelajaran anak-anak mampu menguasai materi dengan fasih. Cara ini cukup menyenangkan anak-anak. Lebih membahagiakan lagi, saat cek
memorizing, catatan mind mapping dihapus dari papan tulis, anak-anak mampu
membaca papan tulis kosong tersebut dengan uraian materi lengkap seolah mereka
membaca papan tulis yang masih ada tulisannya.
Seru sekali. Catatan langsung tertransfer ke otak anak-anak. Mereka pun bersorak dengan gembira. Betapa hebatnya otak ciptaan Allah di masa
golden age ini. Saya sebagai pengajar
merasa bahagia melihat mereka belajar dengan gembira dan menjadi penuh percaya
diri akan kemampuan belajarnya. Kepada
pencipta teknik mind mapping, saya ucapkan beribu terimakasih karena telah
membuat anak-anak semangat dan ceria belajar.
Materi pelajaranpun terasa mudah.
-----The end----
BIODATA
PENULIS
Penulis
yang bernama Iim kamilah, SS, M.Pd ini adalah puteri ke-6 dari Bapak Endang
Tatang, BA dan Ibu Siti Rochaya.
Terlahir di Garut, 19 Maret 1970.
Memiliki seorang putera bernama Mohammad Talha. Menyelesaikan pendidikan di Politeknik ITB
jurusan Akuntansi pada tahun 1992.
Kemudian menggali ilmu kembali di STBA JIA Bekasi jurusan Bahasa Inggris
tahun 2006 dan akta 4 di Unisma Bekasi pada tahun 2007. Selanjutnya mendalami program Pasca Sarjana
di UNJ Jakarta jurusan Manajemen Pendidikan tahun 2009.
Penulis
memiliki hobby travelling dan free writing tentang hal-hal keseharian dalam
kehidupannya dan hasil travellingnya.
Untuk meng-up grade wawasan bahasa dan budaya, penulis telah mencoba mengunjungi berbagai
tempat indah di Indonesia dan luar negeri, diantaranya: Singapura, Arab Saudi,
India, Lombok, Bali, Kampung Inggris di Pare Kediri, Desa Bahasa di Magelang,
Yogyakarta, Bandung, dan sebagainya.
Penulis
memiliki pengalaman kerja di Perusahaan pelayaran yaitu di PT Samudera
Indonesia, Agency: Hapag Llyod Germany, United Arab Shipping Company, Tokyo
Senpaku Kaysa. Kemudian menjadi Dosen di
STBA JIA, STBA Pranata, ketua prodi S1 STBA jurusan Bahasa Inggris, Sekretaris
Jurusan Bahasa Inggris. Selain itu,
penulis juga seorang guru di SD dan SMP di daerah Bekasi, pengelola kursus LEE,
guru kursus di ELP, LPIA. Penulis aktif juga sebagai MC, pembicara seminar,
pembimbing karya tulis mahasiswa, pembimbing literasi siswa, pembimbing
akademik mahasiswa. Penulis sampai saat
ini telah menyusun sebanyak kurang lebih 30 buku baik sebagai penulis tunggal
maupun karya kolaborasi bersama teman-teman penulis lainnya.
Dengan
karunia Tuhan , penulis pernah meraih penghargaan sebagai lulusan S1 Cum laude
STBA JIA serta lulusan terbaik program S2 UNJ jurusan manajemen Pendidikan,
pernah menjadi guru berprestasi dan dosen
berprestasi. Pernah mendapat penghargaan sebagai juara pidato tingkat
nasional dan menulis tingkat Nasional. Memegang motto: “what do you have?, what
do you want to do?”. “Jika kamu bukan
orang hebat, jadilah orang biasa saja
yang senantiasa berusaha dengan kemampuan yang terbaik.” “Jangan bandingkan
kelemahanmu dengan kelebihan orang lain tapi bandingkanlah dirimu hari ini
dengan dirimu sendiri hari kemarin, hari ini harus lebih baik dari hari
kemarin.” Semoga Allah meridhai dan menerima amal ibadah kita semua. Aamiin.

No comments:
Post a Comment